Wednesday, December 16, 2015

MAKALAH FARMAKOGNOSI LIPID

BAB I
PENDAHULUAN

1.1          Latar Belakang
Secara umum senyawa yang disebut lipid biasanya di artikan sebagai suatu senyawa yang dalam pelarut tidak larut dalam air, namun larut dalam organic. Contohnya benzena, eter, dan kloroform. Suatu lipid suatu lipid tersusun atas asam lemak dan gliserol. Berbagai kelas lipid dihubungkan satu sama lain berdasarkan komponen dasarnya, sumber penghasilnya, kandungan asam lemaknya, maupun sifat-sifat kimianya. Kebanyakan lipid ditemukan dalam kombinasi dengan senyawa sederhana lainnya (seperti ester lilin, trigliserida, steril ester dan fosfolipid), kombinasi dengan karbohidrat (glikolipid), kombinasi dengan protein (lipoprotein). lipid yang sangat bervariasi struktur dan fungsinya, mulai dari volatile sex pheromones sampaikekaretalam. Berdasarkan komponen dasarnya, lipid terbagi dalam lipid sederhana, lipid majemuk, dan lipid turunan.
Berdasarkan sumbernya, lipid dikelompokkan sebagai lemak hewan (animal fst), lemak susu (milk fat), minyak ikan (fish oil), dll. Klasifikasi lipid ke dalam lipid majemuk karena lipid tersebut mengandung asam lemak yang dapat di sabunkan, sedangkan lipid sederhana tidak mengandung asam lemak dan tidak dapat di sabunkan. Lipid seperti lilin (wax), lemak, minyak, dan fosfolipid adalah ester yang jika dihidrolisis dapat menghasilkan asam lemak dan senyawa lainnya termasuk alkohol. Steroid tidak mengandunga asam lemak dan tidak dapat dihidolisis. Lipid berperan penting dalam komponen struktur membran sel. Lemak dan minyak dalam bentuk trigliserol sebagai sumber penyimpan energi, lapisan pelindung, dan insulator organ-organ tubuh beberapa jenis lipid berfungsi sebagai sinyal kimia, pigmen, juga sebagai vitamin, dan hormon. Fosfolipida memiliki seperti trigliserida. Bedanya, pada fosfolipida satu asam lemaknya digantikan oleh gugus fosfat yang mengikat gugus alcohol yang mengandung nitrogen, contohnya yaitu fosfatidiletanolamin (sefalin), fosfatidilkolin (lesitin), dan fosfatidilserin. Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99 % trigliserida.. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatandengan gliserol maka dinamakan monogliserida.

1.2.             Rumusan Masalah
Rumusan masalah makalah ini adalah sebagai berikut :
1.         Apa yang dimaksud dengan lipid ?
2.         Apa saja sifat lipid ?
3.         Apa saja fungsi lipid ?
4.         Apa saja penggolongan lipid ?
5.         Apa saja sediaan mengandung lipid?
6.         Bagaimana identifikasi kandungan lipid?

1.3.             Tujuan
Tujuan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.         Untuk mengetahui dari definisi lipid
2.         Untuk mengetahui sifat lipid
3.         Untuk mengetahui fungsi lipid
4.         Untuk mengetahui penggolongan lipid
5.         Untuk mengetahui sediaan mengandung lipid
6.         Untuk mengetahui identifikasi kandungan lipid



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Definisi lipid
Lipid merupakan senyawa organik berminyak atau berlemak yang tidak larut di dalam air, namun dapat diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut non polar, seperti kloroform, atau eter.
Lipid adalah senyawa organik yang diperoleh dari proses dehidrogenasi endotermal rangkaian hidrokarbon. Lipid bersifat amfifilik, artinya lipid mampu membentuk struktur seperti vesikel, liposom, atau membran lain dalam lingkungan basah. Lipid biologis seluruhnya atau sebagiannya berasal dari dua jenis subsatuan atau "blok bangunan" biokimia: gugus ketoasil dan gugus isoprena. Penggunaan pendekatan ini, lipid dapat dibagi ke dalam delapan kategori: asam lemak, gliserolipid, gliserofosfolipid, sfingolipid, sakarolipid, dan poliketida (diturunkan dari kondensasi subsatuan ketoasil); serta lipid sterol dan lipid prenol (diturunkan dari kondensasi subsatuan isoprena).
Meskipun istilah lipid kadang-kadang digunakan sebagai sinonim dari lemak. Lipid juga meliputi molekul-molekul seperti asam lemak dan turunan-turunannya (termasuk tri-, di-, dan monogliserida dan fosfolipid, juga metabolit yang mengandung sterol, seperti kolesterol.

2.2  Sifat Fisika-Kimia Lipid
1.                  Warna : Minyak lemak dan lemak umumnya berwarna pucat, berwarna kuning karena mengandung pigmen Karotenoid. Juga dapat berwarna Jingga (Dalam bentuk padatannya). Apabiula minyak dihidrogenasi maka akan terjadi hidrogenasi pada pigmen yang dikandungnya, sehingga terjadi pengurangan warna pada minyak tersebut.
2.                  Bau : Berbau Wangi disebabkan adanya senyawa Nonyl Metil Keton (pada minyak kelapa) & β-ionon (pada minyak kelapa sawit). Adanya rantai asam yang sangat pendek akan menyebabkan kerusakan pada minyak dan akan mengalami perubahan bau (Tengik)
3.                  Kelarutan : Tidak larut dalam air kecuali Castor oil, sedikit larut dalam alkohol, larut dalam eter, karbon disulfida, dan kloroform.
4.                  Titik Cair : Minyak lemak dapat memadat dan dapat mencair pada batas temperatur tertentu, ini berguna untuk pengenalan komponen. Namun keadaan padat cairnya minyak lemak dan lemak tidak tentu, contohnya Oleum Chaulmogra pada daerah tropis berupa minyak cair, sedangkan pada daerah sub tropis berbentuk padat. Oleum Olivarum pada suhu rendah dapat menjadi padat, dan gliserida-gliserida dari asam lemak tidak jenuh berbentuk cair.
5.                  Titik didih : Titik didih asam lemak semakin besar sesuai dengan panjang rantai karbon dari asam lemak penyusunnya.
2.3  Fungsi Lipid
2.3.1        Fungsi lipid secara umum meliputi :
1)      Sumber Asam Lemak Esensial
Lemak merupakan sumber asam lemak esensial, asam linoleat dan linolenat.
2)      Sumber Energi
Lemak dan minyak merupakan sumber energi paling padat, yang menghasilkan 9 kalori untuk tiap gram, yaitu 2 1/2 kali besar energi yang dihasilkan oleh karbohidrat dan protein dalam jumlah yang sama. Sebagai simpanan lemak, lemak merupakan cadangan energi tubuh paling besar. Simpanan ini berasal dari konsumsi berlebihan salah satu atau kombinasi zat-zat energi: karbohidrat, lemak, dan protein. Lemak tubuh pada umumnya disimpan sebagai berikut: 50% dijaringan bawah kulit (subkutan), 45% di sekeliling organ dalam rongga perut, dan 5% di jaringan intramuskular.
3)      Alat Angkut Vitamin Larut Lemak
Lemak mengandung vitamin yang larut dalam lemak tertentu. Lemak susu dan minyak ikan laut tertentu mengandung vitamin A dan D dalam jumlah berarti. Hampir semua minyak nabati merupakan sumber vitamin E. Minyak kelapa sawit mengandung banyak karotenoid (provitamin A). Lemak membantu transportasi dan absorbsi vitamin larut lemak yaitu A, D, E, dan K.
4)      Menghemat Protein
Lemak menghemat penggunaan protein untuk sintesis protein, sehingga protein tidak digunakan sebagai sumber energi.
5)      Memberi Rasa Kenyang dan Kelezatan
Lemak memperlambat sekresi asam lambung dan memperlambat pengosongan lambung, sehingga lemak memberi rasa kenyang lebih lama. Disamping itu lemak memberi tekstur yang disukai dan memberi kelezatan khusus pada makanan.
6)      Sebagai Pelumas
Lemak merupakan pelumas dan membantu pengeluaran sisa pencernaan.
7)      Memelihara Suhu Tubuh
Lapisan lemak di bawah kulit mengisolasi tubuh dan mencegah kehilangan panas tubuh secara cepat, dengan demikian lemak berfungsi juga dalam memelihara suhu tubuh.
8)      Pelindung Organ Tubuh
Lapisan lemak yang menyelubungi organ-organ tubuh, seperti jantung, hati, dan ginjal membantu menahan organ-organ tersebut tetap ditempatnya dan melindunginya terhadap benturan dan bahaya lain.
9)      Komponen struktur membrane
Semua membran sel termasuk mielin, mengandung lipid lapis ganda. Fungsi membran di antaranya adalah sebagai barier permeable.

10)  Kofaktor/prekusor enzim
Aktivitas enzim seperti fosfor lipid dalam darah, koenzim A, dan sebagainya
2.3.2        Fungsi Lipid bagi Manusia
1)         Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. 1 gram lemak menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal.
2)         Lemak mempunyai fungsi selular dan komponen struktural pada membran sel yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air, ion dan molekul lain, keluar dan masuk ke dalam sel.
3)         Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada prostaglandin dan steroid hormon dan kelenjar empedu.
4)         Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E dan K yang berguna untuk proses biologis
5)         Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.
6)         Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yang membentuk membran semua jenis sel.
2.3.3        Fungsi lipid dalam bidang pengobatan
1)            Sebagai makanan yang kaya energi dari semua makanan yang ada, yaitu menghasilkan energi sebesar 37 kJ untuk setiap gram lemak.
2)            Memberikan perlindungan untuk keseluruhan tubuh, sekaligus untuk perlindungan sel-sel tubuh dan organ serta struktur yang vital seperti ginjal da saraf.
3)            Bertindak sebagai insulator (penghambat) panas untuk seluruh tubuh dan sebagai insulator listrik pada beberapa saraf.
4)            Berperan dalam pembentukan senyawa baru dalam tubuh, misalnya lipoprotein, fosfolipid dan kolesterol.
5)            Membantu dalam transpor zat larut lemak semacam vitamin.
6)            Testosteron dan esterogen sebagai hormon kelamin.

2.3.4        Fungsi lipid bagi tumbuhan
1)   Lapisan lilin berfungsi untuk mengurangi laju transpirasi pada tumbuhan.
2)   Karena irama laju asupan karbohidrat yang cukup tinggi bagi makhluk hidup (tumbuhan) maka asupan tersebut harus segera diolah oleh tubuh tumbuhan, menjadi energi maupun disimpan sebagai glikogen. Asupan yang baik terjadi pada saat energi yang terkandung dalam karbohidrat setara dengan energi yang diperlukan oleh tubuh, dan sangat sulit untuk menggapai keseimbangan ini. Ketika asupan karbohidrat menjadi berlebih, maka kelebihan itu akan diubah menjadi lemak. Asam lemak dibuat oleh sintasa asam lemak yang mempolimerisasi dan kemudian mereduksi satuan-satuan asetil-KoA. Rantai asil pada asam lemak diperluas oleh suatu daur reaksi yang menambahkan gugus asetil, mereduksinya menjadi alkohol, mendehidrasinya menjadi gugus alkena dan kemudian mereduksinya kembali menjadi gugus alkana.
3)   Daun hijau tumbuhan, asam lemak diproduksi di kloroplas. Bagian lain tumbuhan dan pada sel hewan (dan manusia), asam lemak dibuat di sitosol. Proses esterifikasi (pengikatan menjadi lipida) umumnya terjadi pada sitoplasma, dan minyak (atau lemak) disimpan pada oleosom. Banyak spesies tanaman menyimpan lemak pada bijinya (biasanya pada bagian kotiledon) yang ditransfer dari daun dan organ berkloroplas lain. Beberapa tanaman penghasil lemak terpenting adalah kedelai, kapas, kacang tanah, jarak, raps/kanola, kelapa, kelapa sawit, jagung dan zaitun. Biosintesis asam lemak alami merupakan cabang dari daur Calvin, yang memproduksi glukosa dan asetil-KoA. Proses berikut ini terjadi pada daun hijau tumbuh-tumbuhan dan memiliki sejumlah variasi.





2.4  Penggolongan Lipid
2.4.1        Lipid berdasarkan struktur dan karakteristik non polar :
1.         Lemak (fat)
2.         Lilin
3.         Fosfolipid
4.         Lipoprotein
5.         Glikolipid
6.         Spingolipid
7.         Vitamin
8.         Eikosanoat
9.         Steroid
2.4.2        Lipid berdasarkan hasil hidrolisinya:
1.         Lipid sederhana yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol, misalnya: minyak dan lemak.
2.         Lipid majemuk atau kompleks adalah ester asam lemak yang mempunyai gugus tambahan, misalnya: fosfolipid dan glikolipid
3.         Derivat lipid adalah senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid, misalnya: sterol (kolesterol dan fitosterol)
2.4.3        Lipid berdasarkan gugus polar dan non polar:
1.                  Lipid non polar ( lipid netral ) adalah lipid yang mengandung gugus non polar, contoh: kelompok lemak (fat). Berperan dalam metabolisme sebagai cadangan energi.
2.                  Lipid yang mengandung gugus polar dan non polar, contoh: fosfolipid. Berperan dalam membran sel dan organel untuk melindungi isi sel dan organel sel untuk melindungi isi sel dan organel sel dari lingkungan luar sel.



2.4.4        Lipid berdasarkan struktur kimianya:
1.      Lipid sederhana (ester asam lemak dengan berbagai alkohol exp: lemak/gliserida dan lilin/waxes)
2.      Lipid gabungan/majemuk (ester asam lemak yang punya gugus tambahan, exp: fosfolipid, serebrosida)
3.      Derivat lipid/turunan lipid (senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid, contohnya: asam lemak, gliserol, sterol)

2.5  Klasifikasi Lipid Menurut Bloor
2.5.1        Lipid Sederhana
1.         Lemak netral ( monogliserida, digliserida, trigliserida )
Lemak netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol. Fungsi dasar dari Lemak netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak). Lemak netral terdiri atas monogliserida, digliserida, dan trigliserida ). Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid. Trigliserida adalah sebuah gliserida atau ester dari gliserol dan tiga asam lemak (atau lebih tepatnya triasilgliserol atau triasilgliserid). Tubuh manusia, trigliserida terletak di adiposa (lemak) jaringan, yang secara luas didistribusikan dalam tubuh.  Trigliserida dihidrolisis dalam usus dan diserap sebagai asam lemak dan monogliserida.
Fungsi utama trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O).
2.         Ester asam lemak dengan alcohol
Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam/lilin ( waxes). Lilin tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis.Lilin sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit, rambut dan lain-lain.Lilin merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang.
Lilin/wax adalah ester aasm lemak dengan monohidroksi alkohol yang mempunyai rantai C panjang (14 – 34). Contohnya adalh setilalkohol dan mirisilalkohol.
CH3  – (CH2)14 – CH2OH  (setilalkohol)
CH3  – (CH2)28 – CH2OH  (mirisilalkohol)
Lilin dapat diperoleh dari lebah madu, ikan paus, lumba-lumba. Lilin tidak larut dalam pelarut lemak. Lilin tidak mudah terhidrolisis sehingga lilin tidak dapat berfungsi sebagai bahan makanan. Lillin berfungsi sebagai lapisan pelidung terhadap air pada daun atau buah pada tumbuhan, pada hewan juga sebagai pelindung dari air misalnya pada domba,burung atau serangga.


2.5.2        Lipid Majemuk ( Kompleks )
a.                   Fosfolipid
Fosfolipid adalah lipid yang mengandung gugus ester fosfat.Fosfolipid merupakan komponen lipid terbesar kedua setelah trigliserida lemak dan minyak pada tubuh hewan. Fosfolipid berbentuk lemak padat yang berwarnakuning dan sifatnya larut dalam pelarut lemak (pelarut organik) selain aseton. Fosfolipid merupakan komponen pembentuk struktur dinding sel, berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan air yang berlebihan. Fosfolipid merupakan senyawa yang menyusun struktur lipid bilayer pada membran sel yang berperan dalam mengatur sistem transport dari dalam ke luar sel. Saat ini telah banyak hasil riset yang menunjukkan fungsi lain dari fosfolipid sebagai pengatur proses biologis dalam tubuh, seperti: koneksi sistem saraf dan beberapa penyakit terkait kerja saraf.  Meskipun fosfolipid bukan termasuk senyawa essensial, namun keberadaannya dalam makanan memiliki dampak positif bagi kesehatan antara lain: mencegah penyakit liver, pengontrol kadar kolesterol, perkembangan sistem otak dan saraf.
Fosfolipid menyusun 20-25% berat kering otak manusia dewasa. Fosfolipid berperan dalam membentuk kerangka membran sel otak, sehingga kinerja fosfolipid akan sangat berpengaruh pada tingkat kecerdasan manusia.

b.                   Glikolipid
Glikolipid ialah molekul-molekul lipid yang mengandung karbohidrat, biasanya pula sederhana seperti galaktosa atau glukosa. Istilah glikolipid biasanya dipakai untuk lipid yang mengandung satuan gula tetapi tidak mengandung fosfor. Glikolipid dapat diturunkan dari gliserol atau pingosine dan sering dimakan gliserida atau sebagai spingolipida.


c.                   Asam Lemak
Asam lemak adalah bagian dari molekul lemak berfungsi sebagai zat penyusun lemak tubuh atau dapat juga digunakan tubuh untuk menghasilkan energi. Asam lemak atau lemak di dalam tubuh selain berasal dari lemak/minyak yang dikonsumsi, juga dapat berupa hasil sintesis tubuh dari karbohidrat atau protein.
Asam lemak merupakan komponen unit pembangun yang khas pada kebanyakan lipid. Asam lemak adalah asam organik berantai panjang yang mempunyai atom karbon dari 4 sampai 24. Asam lemak memiliki gugus karboksil tunggal dan ekor hidrokarbon nonpolar yang panjang, yang menyebabkan kebanyakan lipid tidak larut didalam air dan tampak berminyak atau berlemak. Asam lemak tidak terdapat secara bebas atau berbentuk tunggal di dalam sel atau jaringan, tetapi terdapat dalm bentuk yang terikat secara kovalen pada berbagai kelas lipid yang berbeda,asam lemak dapt dibebaskan dari ikatan ini oleh hidrolisis kimia atau enzimatik.
Hampir semua asam lemak di alam memiliki jumlah atom karbon yang genap, asam-asam lemak dengan jumlah 16 dan 18 karbon adalah yang paling dominan. Ekor hidrokarbon yang panjang mungkin jenuh sepenuhnya, yaitu hanya mengandung ikatan tunggal, atau bagian ini mungkin bersifat tidak jenuh, dengan satu ikatan ganda. Kebanyakan asam lemak tidak jenuh,terdapat iktan ganda.
Ikatan ganda hampir semua asam lemak tidak jenuh yang ada di alam berada dalam konfigurasi cis, yang menghasilkan suatu lekukan kaku pada rantai alifatik. Asam lemak jenuh dari C12 sampai C24 bersifat padat, mempunyai konsistensi lilin. Asam lemak tak jenuh sebaliknya, bersifat cairan berminyak pada suhu tubuh.
Asam lemak yang umumnya dijumpai bersifat tidak larut di dalam air, tetapi dapat terdispersi menjadi misel didalam NaOH atau KOH encer yang mengubah asam lemak menjadi sabun, nama yang diberikan bagi garam asam lemak. Sabun terutama adalah suatu campuran garam potasium asam lemak. Sabun  K+ atau Na+ bersifat ampifatik mengionnya gugus karboksil menyusun bagian kepala yang bersifat polar dan bagian rantai hidrokarbonnya merupakan ujung nonpolar. Sabun K+ dan Na+ mempunyai sifat mengemulsikan senyawa berminyak atau berlemak yang tidak larut di dalm air. Ekor sabun yang bersifat hidrofobik memanjang ke dalm tetes lemak, sedangkan kepala molekul sabun yang bersifat polar menghadap ke air. Jadi, sabun memberikan mantel hidrofilik mengelilingi tetes lemak, untuk membentuk dispersi atau emulsi yang halus.
       Rumus bangun lemak atau minyak lemak yang merupakan gliserida adalah sebagai berikut :
Bila R1 = R2 = R3 merupakan radikal asam lemak senyawa tersebut, disebut triolein, tripalmitin, atau tristearin.
Asam lemak terbagi menjadi 2, yaitu :
1)         Asam lemak jenuh ( Saturated fatty acid ) : tidak membentuk ikatan rangkap karbon-karbon pada hidrokarbon. Lemak jenuh kebanyakan tidak baik bagi kesehatan.
 Memilki ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Tidak memiliki ikatan rangkat karbon 
2.      Tidak dapat mengalami proses penambahan atom hydrogen (hidrogenasi)
3.      Notasi pada asam lemak jenuh misalkan asam palmitat ( 16 : 0)
2)            Asam lemak tak jenuh ( Unsaturated fatty acid ) : membentuk ikatan rangkap karbon-karbon pada hidrokarbon. Lemak tak jenuh lebih disukai, dikatakan lebih aman. Lemak ini tidak menimbulkan penyakit, bahkan dapat dipergunakan untuk diet contoh bersumber dari buah-buahan. Notasi asam lemak tidak jenuh misalnya oleat ( 18:1 ) menyatakan asam tersebut memiliki 18 atom karbon dan 1 ikatan rangkap karbon.

Atom
Karbon
Struktur
Nama Sistematik
Nama Umum
Titik lebur oC
Asam Lemak Jenuh
12
CH3(CH2)10COOH
n-Dodekanoat
Asam Laurat
44,2
14
CH3(CH2)12COOH
n-Tetradekanoat
Miristat
53,9
16
CH3(CH2)14COOH
n-Heksadekanoat
Palmitat
63,1
18
CH3(CH2)16COOH
n-Oktadekanoat
Stearat
69,6
20
CH3(CH2)18COOH
n-Eikosanoat
Arakhidat
76,5
24
CH3(CH2)22COOH
n-Tetrakosanoat
Lignoserat
86,0
Asam Lemak tidak Jenuh
16
CH3(CH2)5CH==CH(CH2)7COOH
Palmitoleat
-0,5
18
CH3(CH2)7CH==CH(CH2)7COOH
Oleat
13,4
18
CH3(CH2)4CH==CHCH2CH==CH(CH2)7COOH
Linoleat
-5
18
CH3CH2CH==CHCH2CH==CHCH2CH==CH(CH2)7COOH
Linolenat
-11
20
CH3(CH2)4CH==CHCH2CH==CHCH2CH==CHCH2CH==CH(CH2)3COOH
Arakhidonat
-49,5


d.               Kolesterol
Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat.Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu ( fungsi pencernaan ).
Fungsi kolesterol dalam tubuh adalah :
1.      Merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem membran dari spesieshewan eukariotik, bersama dengan phospholipid dan protein. Jumlah kolesteroldalam jarngan hewan ekuivalen dengan sistem membran.
2.      Prekursor senyawa sterol penting yang terdapat dalam tubuh. seperti asam empedu,hormon-hormon steroid (meliputi androgen, estrogen dan corticosteroid) danvitamin D3.
3.      Kolesterol juga berperanan penting dalam pengnyerapan lemak dalam usus halus dan dalam transportasi lebih lanjut ke sistem peredaran darah atau haemolymph. Kolesterol bergabung dengan asam lemak untuk membentuk ester kolesterolyang sangat larut dan lebih emulsif daripada molekul asam lemak bebas
2.5.3        Lipid Berdasarkan ikatannya
1.                   Lemak dan Minyak
Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida. Lemak umumnya diperoleh dari hewan, Berwujud padat pada suhu ruang. Tersusun dari asam lemak jenuh. Asam lemak jenuh mempunyai rantai zig-zig yang dapat cocok satu sama lain, sehingga gaya tarik vanderwalls tinggi, sehingga biasanya berwujud padat. Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung ikatan tunggal pada rantai hidrokarbonnya.
a.       Lemak
Lemak adalah trigliserida yang di bentuk dari reaksi esterifikasi antara  asam lemak dengan gliserol. Gliserol adalah suatu trihidroksi alkohol yang terdiri dari tiga atom C. Satu molekul gliserol mengikat tiga molekul asam lemak pada lemak.
HO – CH2                       R1 – C – OH                                    R1 – COO – CH2
HO – CH            +              R2 – C – OH                                     R2 – COO – CH          +  3H2O
HO – CH2                       R3 – C – OH                                    R3 – COO – CH2
Gliserol                     asam lemak                          trigliserida / lemak 

Sifat :
1.             Lemak hewan berupa zat padat (suhu ruangan), lemak tumbuhan berupa zat cair (minyak nabati).
2.             Lemak bertitik lebur tinggi adalah asam lemak jenuh, sedang lemak cair (minyak ) adalah asam lemak tidak jenuh.
3.             Bilangan iodin (banyaknya gram iodin yang dapat bereaksi dengan 100 gram lemak), makin besar bilangan iodin, makin banyak ikatan rangkapnya.
4.             Lemak rantai pendek mudah larut dalam air, lemak rantai panjang sukar/tidak larut dalam air.
5.             Pelarut lemak adalah : ester, kloroform, benzen, alkohol panas
6.             Jika lemak dihidrolisis akan menghasilkan asam lemak dan gliserol.


b.      Minyak
Sedangkan minyak umumnya diperoleh dari tumbuhan. Berwujud cair pada suhu ruang, Tersusun dari asam lemak tak jenuh.asam lemak tak jenuh merupakan  asam lemak yang mengandung satu ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya . Fungsi dari lemak dan minyak adalah sebagai salah satu penyusun dinding sel dan penyusun bahan-bahan biomolekul , Sumber energi yang efektif dibandingkan dengan protein dan karbohidrat,karena lemak dan minyak jika dioksidasi secara sempurna akan menghasilkan 9 kalori/liter gram lemak atau minyak. Sedangkan protein dan karbohidrat hanya menghasilkan 4 kalori tiap 1 gram protein atau karbohidrat, dan Mencegah timbulnya penyumbatan pembuluh darah yaitu pada asam lemak esensial.

2.5.4        Lipid Berdasarkan asalnya
1.                   Lemak Nabati
Lemak nabati berasal dari tumbuhan mengandung lemak tak jenuh dan tidak mengandung kolestrol. Dapat dari kelapa, kemiri, alpukat, durian, dll. Lemak nabati berfungsi dalam menurunkan kadar kolesterol,  mencegah terjangkitnya penyakit jantung koroner dan pertumbuhan beberapa jenis kanker.
2.                  Lemak Hewani
Lemak hewani berasal dari hewan.Mengandung lemak jenuh dan kolestrol. Dapat dari daging, telur, susu, keju, mentega, dll. Lemak hewani mengandung kolesterol yang tinggi. Kolesterol sebagai komponen penting dalam asam empedu dimana asam empedu membantu melarutkan lemak globular dari makanan sehingga dapat larut dalam air atau enzim lipase, dan bereaksi dengan molekul lemak sehingga dapat melancarkan penyerapan lemak

2.5.5        Lipid Berdasarkan Kelas Dari Lemak
1.                   Triasilgliserol
a.                   Triasilgliserol adalah ester asam lemak dari gliserol
Triasilgliserol adalah ester dari alkohol gliserol dengan tiga molekul asam lemak. Triasilgliserol adalah komponen utama dari lemak penyimpan atau depot lemak pada sel tumbuhan dan hewan, tetapi umumnya tidak dijumpai pada membran. Triasilgliserol adalah molekul hidrofobik nonpolar, karena molekul ini tidak mengandung muatan listrik atau gugus fungsional dengan polaritas tinggi. Triasilgliserol yang terdapat di alam bersifat tidak larut didalam air, namun mudah larut dalam pelarut non polar, seperti kloroform, benzena atau eter yang sering digunakan untuk ekstraksi lemak dari jaringan.
Senyawa yang mengandung satu jenis asam lemak pada ketiga posisi disebut triasilgliserol sederhana, contohnya asam stearat, asam palmitat, dan asam oleat. Triasilgliserol yang mengandung dua atau lebih asam lemak yang berbeda di sebut triasilgliserol campuran, contohnya kebanyakan lemak alami, seperti minyak olive, mentega dan lemak makanan lainnya merupakan campuran dari triasilgliserol sederhana dan campuran yang mengandung berbagai jenis sam lemak yang berbeda dalam panjang rantai dan derajat kejenuhan.

b.                   Triasilgliserol adalah  Lipida Penyimpan
Triasilgliserol terutama berfungsi sebagai lemak penyimpan. Hampir semua hewan dan tumbuhan, triasilgliserol terdapat sebagi tetes minyak mikroskopi, terdispersi dan teremulsi di dalam sitosol dengan halus. Adiposit atau sel lemak, yaitu hewan sel khusus pada jaringan pengikat hewan, sejumlah triasilgliserol disimpan sebagi tetes lemak, yang hampir mengisi seluruh volume sel.
Beberapa hewan, triasilgliserol yang tersimpan di bawah kulit mempunyai fungsi ganda, keduanya adalah sebagai depot penyimpan energi yang penting dan sebagai insulasi terhadap suhu yang amat rendah. Misalnya anjing laut, burung pinguin yang berdarah panas lainnya, terisi penuh dengan triasilgliserol.
Triasilgliserol yang banyak mengandung mengandung asam lemak jenuh, berbentuk padat pada suhu ruang serta memiliki titik cair yang tinggi di sebut “lemak”. Sedangkan triasilgliserol yang banyak mengandung asam lemak tidak jenuh, berbentuk cair pada suhu ruang serta memilki titik cair yang rendah disebut “minyak”.
Minyak atau lemak yang berasal dari hewan disebut minyak/lemak hewani contohnya lemak yang terdapat pada jaringan adipose dan sumsum tulang. Sedangkan yang berasal dari tumbuhan disebut minyak/lemak nabati contohnya lemak yang terdapat pada buah-buahan, kacang-kacangan.

2.      Sfingolipid
Sfingolipid termasuk derivat sfingosin. Sfingolipid adalah lemak yang ditemukan di dalam membaran sel, khususnya pada sel saraf dan jaringan otak. Lemak ini tidak mengandung gliserol. Fosfosfingolipid utama pada mamalia adalah sfingomielin (seremida fosfokolina).
Spingolipid kelas kedua terbesar dari lipid membran, juga mempunyai kepala yang bersifat polar dan dua ekor nonpolar, tetapi senyawa ini tidak mengandung gliserol. Spingolipid tersusun atas satu molekul alkohol amino berantai panjang spingosin, atau satu diantara turunannya, dan suatu alkohol polar pada bagian kepala.
Spingosin adalah senyawa induk dari sejumlah alkohol amino berantai panjang yang ditemukan pada berbagai spingolipid. Terdapat tiga subkelas spingolipid : Spingomielin, serebrosida, dan gangliosida.
3.                   Steroid
Steroid adalah lipida yang tidak tersabunkan dengan fungsi khusus. Sel juga mengandung lipid yang tidak tersabunkan,yang tidak mengandung asam lemak dan karenannya tidak dapat terbentuk sabun. Steroid adalah molekul kompleks yang larut di dalam lemak dengan empat cincin yang saling bergabung. Steroid yang paling banyak adalah sterol yang merupakan steroid alkohol. Kolestrol adalah sterol utama pada jaringan hewan.
4.                   Lipoprotein
Lipoprotein menggabungkan sifat-sifat lipida dan protein. Beberapa lipid berikatan dengan protein spesifik membentuk lipoprotein. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa kombinasi tingkat plasma yang tinggi dari lipoprotein berdensitas amat rendah (VLDL = very low density lipoprotein ) dengan tingkat yang rendah dari lipoprotein berdensitas tinggi ( HDL = high density lipoprotein ) merupakan faktor penting penyebab aterosklerosis, pembentukkan deposit tebal dari kolesterol dan senyawa ester turunannya pada permukaan sebelah dalam dari pembuluh darah. Aterosklerosis segara menimbulkan kelumpuhan dan serangan infarksi koroner, yang diakibatkan oleh terganggunya aliran darah melalui pembuluh darah yang tersumbat, pada otak dan jantung secara berturut-turut.

2.6              Contoh minyak atau lemak dari tumbuhan
a.          Oleum Arachidis (Minyak kacang )
Nama tanaman asal           :           Arachis hypogea (L)
Familia                             :           Leguminose
Zat berkhasiat                   :          Gliserida dari asam oleat, linoleat, asam palmitat, asam hipogeat, asam loignoleat, asam arakhidat
Kegunaan                         :          sebagai pengganti minyak zaitun, pembuatan mrgarin, dan sabun
Sediaan                             :          Methylis Salicylatis Liniment, Peruviani Emulsum II
Pemerian                           :          cairan berwarna kuning pucat, bau, khas lemah, rasa tawar
Cara memperoleh              :          minyak lemak diperoleh dengan pemerasaan biji yang telah dikupas

b.            Oleum Cocos (Minyak kelapa)
Nama tanaman asal          :           cocos mucifera
Fmailia                            :           Palmae
Zat berkhasiat                  :           gliserida dari asam laurat, asam                                                    miristinat, asam kaprilat, asam oleat,                                                                  asam palmitat, asam kaprat, asam                                                                    stearate, dan asam kaproat
Kegunaan                        :           pembuatan salep, shampoo
Sediaan                           :           Oleum Cocos Purum
Pemerian             :           cairan jernih, tidak berwarna atau kuning                                                  pucat, bau khas tidak tengik
Cara memperoleh            :           minyak kelapa yang idperoleh dengan pemerasan endosperm yang idkeringkan. Kopra (daging buah kelapa yang telah dikeringkan, mengandung minyak lemak 60-65 % dan air tidak boleh lebih dari 8%) yang telah idpanaskan, diperas dengan tekanan 600-800 kg/cm minyak yang keluar didiamkan bebrapa lama agar kotoran-kotoran mengendap. Kemudian dimurnikan secara dikocok dengan larutan kaustik soda encer dan dihilangkan baunya dalam hampa tinggi dengan uap aiy yang sangat panas
c.             Oleum Maydis (Minyak Jagung)
Nama tanaman asal          :           Zea mays (L)
Familia                            :           poaceae
Zat berkhasiat                  :           gliserida
Kegunaan                        :           zat tambahan, pengganti minyak lemak                                         bagi pasien yang kadar kolesterolnya                                                     tinggi
Pemerian             :           cairan berwarna kuning muda sampai                                           kuning emas, baud an rasa lemah
Cara memeperoleh          :           Minyak lemak diperoleh dari embrio                                                        buah jagung, kemudian dimurnikan

2.7              Contoh Minyak atau Lemak dari hewan
a.       Adeps Lanae (lemak bulu domba)
Nama hewan asal            :           Ovis aries (L)
Family                             :           Bovidae
Zat berkhasiat                 :           ester-ester lemak dengan kolesterol,                                                         oksikolesterol, gamma-lanosterol, lano-                                                 sterol, dihidrolanosterol, dan agnosterol.
                                                   Asam lemaknya adalah asam palmitat,                                          asam miristinat, asma lanoalmitat, asam                                                  lanoserat, asam serotat, dan asam                                                                   karnaubat.
Kegunaan                        :           sebagai salep, sabu, pasta,pil, dan                                                           serbuk
Sediaan                           :           Ichtiammoli unguentum, Hydrocortini                                            unguentum
Pemerian             :           zat warna kuning muda atau kuning                                                           pucat, agak tembus cahaya, bau lemah                                                  dank has.
Bagian yang diambil         :           lemak yang dimurnikan dari bulu domba
b.      Cera Album (malam kuning)
Nama hewan asal         :           Apis mellifera (L)
Family                          :           Apidae
Zat berkhasiat               :           serin atau asam serotinat, asam melisinat.
Kegunaan                     :           bahan salep
Sediaan                        :           Oculentum Hydrargyri Oxydi Flavi
Pemerian                      :           zat padat, jika dingin agak rapuh jika                                         hangat menjadi elastic, bekas patahan                                        buram dan brbutir warna coklat                                                   kekuningan, bau enak seperti madu.
Bagian yang diambil      :           malam yang dibersihkan dar sarang                                                       lebah





c.       Cetacum (Setaseum)
Nama hewan asal         :           Physeter macrosephallus
Family                          :           Physeterdae
Zat berkhasiat               :           setin, setil stearat, setiloleat, setilaurat,                                       setilmiristinat.
Kegunaan                     :           bahan salep
Sediaan                        :           Unguentum liniens
Pemerian                      :           massa hablur bening, licin, warna utih                 mutiara baud an rasa lemah
Bagiann yang diambil:               malam padat murni yang diperoleh dari minyak lemak yang terdapat pada kepala, lemak, dan badan ikan.

2.8              Identifikasi Kandungan Lipid dengan Uji Kualitatif
Terdapat berbagai macam uji yang berkaitan dengan lipid yang meliputi analisis kualitatif maupun kuantitatif. Uji-uji kualitatif lipid diantaranya adalah sebagai berikut: 
1.                   Uji Kelarutan Lipid
Uji ini terdiri atas analisis kelarutan lipid maupun derivat lipid terhadap berbagai macam pelarut. Dalam uji ini, kelarutan lipid ditentukan oleh sifat kepolaran pelarut. Apabila lipid dilarutkan kedalam pelarut polar maka hasilnya lipid tersebut tidak akan larut. Hal tersebut karena lipid memiliki sifat nonpolar sehingga hanya akan larut pada pelarut yang sama-sama nonpolar. 
2.                   Uji Kejenuhan Pada Lipid 
Uji ketidakjenuhan digunakan untuk mengetahui asam lemak yang diuji apakah termasuk asam lemak jenuh atau tidak jenuh dengan menggunakan pereaksi Iod Hubl. Iod Hubl ini digunakan sebagai indicator perubahan. Asam lemak yang diuji ditambah kloroform sama banyaknya.  Tabung dikocok sampai bahan larut. Setelah itu, tetes demi tetes pereaksi Iod Hubl dimasukkan kedalam tabung sambil dikocok dan perubahan warna yang terjadi terhadap campuran diamati. Asam lemak jenuh dapat dibedakan dari asam lemak tidak jenuh dengan cara melihat strukturnya.  Asam lemak tidak jenuh memiliki ikatan ganda pada gugus hidrokarbonnya. Reaksi positif ketidakjenuhan asam lemak ditandai dengan timbulnya warna merah asam lemak, lalu warna kembali lagi kewarna awal kuning bening. Warna merah yang kembali pudar menandakan bahwa terdapat banyak ikatan rangkap pada rantai hidrokarbon asam lemak.
Trigliserida yang mengandung asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap dapat diadisi oleh golongan halogen. Pada uji ketidakjenuhan, pereaksi iod huble akan mengoksidasi asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap pada molekulnya menjadi berikatan tunggal. Warna merah muda yang hilang selama reaksi menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh telah mereduksi pereaksi iod huble.

3.                   Uji Ketengikan   
Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji ketengikan. Dalam uji ini, di identifikasi lipid mana yang sudah tengik dengan yang belum tengik yang disebabkan oleh oksidasi lipid. Minyak yang akan diuji dicampurkan dengan HCl. Selanjutnya, sebuah kertas saring dicelupkan kelarutan floroglusinol.  Floroglusinol ini berfungsi sebagai penampak bercak. Setelah itu, kertas digantungkan didalam erlenmeyer yang berisi minyak yang diuji. Serbuk CaCO3 dimasukkan kedalam Erlenmeyer dan segera ditutup. HCl yang ditambahkan akan menyumbangkan ion-ion hidrogennya yang dapat memecah unsure lemak sehingga terbentuk lemak radikal bebas dan hydrogen radikal bebas .  Kedua bentu kradikal ini bersifat sangat reaktif dan pada tahap akhir oksidasi akan dihasilkan peroksida (Syamsu 2007). 

4.                   Uji Salkowski Untuk Kolesterol
Uji Salkowski merupakan uji kualitatif yang dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. Kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan volume yang sama ditambahkan asam sulfat. Asam sulfat berfungsi sebagai pemutus ikatan ester lipid. Apabila dalam sampel tersebut terdapat kolesterol, maka lapisan kolesterol di bagian atas menjadi berwarna merah dan asam sulfat terlihat berubah menjadi kuning dengan warna fluoresens hijau (Pramarsh 2008). 

5.                   Uji Bilangan Iod
Lemak hewan pada umumnya berupa zat padat pada suhu ruangan, sedangkan lemak yang barasal dari tumbuhan berupa zat cair. Lemak  yang mempunyai titik lebur  tinggi mengandung asam lemak jenuh, sedangkan lemak cair atau yang basa disebut minyak mengandung asam lemak tidak jenuh. Lemak hewan dan tumbuha nmempunyai susunan asam lemak yang berbeda-beda.Untuk menentukan derajat ketidak jenuhan asam lemak yang terkandung didalamnya diukur dengan bilangan iodium. Iodium dapat bereaksi dengan ikatan rangkap dalam asam lemak. Tiap molekul iodium mengadakan reaksi adisi pada suatu ikatan rangkap. Oleh karena semakin banyak ikatan rangkap, maka semakin banyak pula iodium yang dapat bereaksi.




BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan         
1.                  Lipida adalah komponen sel yang bersifat berminyak atau berlemak, dan tidak larut didalam air, yang dapat diestrak dengan larut nonpolar.
2.                  Sifat lipid adalah tidak larut dalam air, dapat memadat dan dapat mencair pada batas temperatur tertentu, titik didih asam lemak semakin besar sesuai dengan panjang rantai karbon dari asam lemak penyusunnya, bila terhidrolisis akan menghasilkan asam lemah.
3.                  Klasifikasi Lipid menurut Bloor, terbagi dua yaitu Lipid sederhana yang terdiri atas Lipid netral (berfungsi sebagai simpanan energi), Lilin (sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit dan rambut). Kedua yaitu Lipid majemuk terdiri atas fosfolipid (berfungsi membentuk kerangka sel otak), Asam Lemak (sebagai penyusun lemak tubuh), Kolesterol (sebagi komponen utama selaput sel otak dan saraf).
4.                  Klasifikasi Lipid berdasarkan asalnya yaitu  lemak nabati (berfungsi menurunkan kadar koleseterol) dan lemak hewani (berfungsi memperlancar proses pencernaan). Klasifikasi Lipid berdasarkan ikatannya yaitu Lemak dan Minyak yang berfungsi  sebagai salah satu  penyusun dinding sel dan bahan biomolekul. Klasifikasi Lipid berdasarkan kelas dari lemak yaitu Asam lemak (berfungsi sebagai zat penyusun lemak tubuh), Gliserida netral (sebagai simpanan energi), fosfolipid ( pengemulsian lipid di dalam saluran pencernaan), Sfingolipid ( sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf), Steroid (berfungsi sebagai hormone).
5.                  Tanaman-tanaman penghasil lemak adalah kelapa, kacang, jagung, dll
6.                  Hewan penghasil lemak adalah ikan paus, lebah dalam sarangnya, dan domba
7.                  Lipid dapat diidentifikasi dengan uji kelarutan lipid, uji kejenuhan pada lipid, uji ketengikan, uji salkowski untuk kolesterol, dan uji bilangan iod


3.2.    Saran
Mungkin inilah yang disajikan pada penulisan makalah ini meskipun penulisan ini jauh dari sempurna. Masih banyak kesalahan dari penulisan makalah ini, karna penulis manusia yang adalah tempat salah dan dosa dan penulis juga butuh saran beserta kritikan agar bisa menjadi motivasi untuk masa depan yang lebih baik dari pada masa sebelumnya.
















DAFTAR PUSTAKA

Armstrong, Frank B. 1995. Buku Ajar Biokimia Edisi ketiga. Jakarta : EGC.
Gilvery, Goldstein. 1996. Biokimia Suatu Pendekatan Fungsional Edisi 3. Surabaya : Airlangga University
Harper, et al. 1980. Biokimia (Review of Physiological Chemistry) Edissi 17. Jakarta : EGC
Kay, E.R.M. 1966. Biochemistry : An Introduction to Dynamic Biology. Collier-Macmillan.Canada.
Kuchel, P., G. B. Ralston. 2006. Biokimia. Schaum. Terjemahan. Erlangga. Jakarta.
Sumardi. Pengertian dan Ciri Lipid. (online), (http://www.sridianti.com/pengertian-dan-ciri-lipid.html). Diakses pada tanggal 20 Mei 2015.
Yohanes. Biokimia. (online), (http://trisetiani288.wordpress.com/biokimia-2/lipid/). Diakses pada tanggal 20 Mei 2015.








 


No comments:

Post a Comment