Tuesday, June 23, 2015

solida evaluasi tablet paracetamol

EVALUASI TABLET
1.             PENGUJIAN MUTU PRODUK JADI
1.      KESERAGAMAN BOBOT TABLET
ALAT             :Neracaanalitik
PROSEDUR   : a. Disiapkan 20 tablet paracetamol
                          b. Ditimbangsatu per satu tablet padaneracaanalitik
                          c. Dicatathasil yang diperolehdandihitung rata-rata
d. Persyaratan 2 tablet tidakboleh>berat rata-rata yang ditentukanpadakolom A

Bobot tablet yang direncanakan         : 800 mg
Rentangbobot                                     : ± 5%  (0,663-0,733mg)

NO.
BOBOT TABLET (g)
NO.
BOBOT TABLET (g)

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

0,715 g
0,622 g
0,648 g
0,609 g
0,656 g
0,604 g
0,628 g
0,711 g
0,749 g
0,699 g

11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

0,713 g
0,736 g
0,687 g
0,594 g
0,652 g
0,660 g
0,599 g
0,684 g
0,684 g
0,612 g



Bobot tablet rata-rata  : 13,961 g : 20 tab = 0,698 g
Kesimpulan                 :Jadi, pada  uji keseragaman bobot ini dinyatakan baik. Karena tidak lebihdari 2 tablet melebihi bobot rata-rata.
Pembahasan                : pada uji keseragaman bobot ini sangat berhubungan dengan baik atau tidaknya dari kecepatan alir pada proses pembuatan tablet. Pada pembuatan formula pembuatan tablet ini digunakan Mg.Stearat 1% dan Talkum 3% sebagai lubrikan dan glidan, sehingga pada saat uji sifat alir didapatkan hasil sifat alir yang tepat dan baik antara kombinasi 2 bahan tersebut. Karena dengan kecepatan alir yang sesuai atau baik maka akan mempengaruhi dari sifat alir dari tablet pada saat pencetakan dan akan menghasilkan bobot tablet yang seragam satu sama lain.

2.    KESERAGAMAN UKURAN TABLET
ALAT             :Jangkasorong
PROSEDUR   : a. Disiapkan 10 tablet
                          b. Diukursatu per satu diameter danketebalan tablet
                          c. Dicatathasil yang diperoleh

NO.
DIAMETER (mm)
TEBAL (mm)
D/T
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
1,22
1,22
1,22
1,22
1,22
1,22
1,22
1,22
1,22
1,22
0,635
0,635
0,635
0,632
0,655
0,635
0,625
0,660
0,635
0,635
1,92
1,92
1,92
1,93
1,86
1,92
1,95
1,85
1,92
1,92

Rata-rata                     :Diameter : 1,22
                                    Tebal : 0,3191
Persyaratan                  :garistengah tablet (diameter) tidaklebih dari3 kali tebal tablet, dantidakkurangdari 1 1/3 kali tebal tablet.
Kesimpulan                 :Jadi tablet dikatakanukurannyaseragam.
Pembahasan                     : pada uji keseragaman ukuran ini, dinyatakan bahwa keseragaman ukurannya sudah tepat. Hal ini terjadi karena, jika pada keseragam bobot dari 1 tablet dengan tablet yang lain menghasilkan bobot yang seragam, maka secara otomatis akan berpengaruh dengan keseragam ukuran yang sesuai juga. Pada proses pencetakan, dengan sifat alir yang baik dan ketepatan pencetakan yang sesuai maka akan menghasilkan bobot dan ukuran yang sama.


3.     WAKTU HANCUR TABLET
ALAT              : Disintegrator
PROSEDUR   : - memasukkan aquadest kedalam alat disintegrator sampai tanda batas.
-          Memasukkan aquadest kedalam beackerglass ukuran 1 liter sebanyak 900 ml
-          Menyalakan alat disintegrator.
-          Mengatur suhu pada 37,2 C
-          Masukkan 6 tablet yang akan diuji pada masing-masing keranjang, disusul satu cakram penuntun pada tiap tabung.
-          Setelah suhunya mencapai 37,5C, keranjang dimasukkan kedalam beackerglass yang berisikan aquadest dengan suhu 37,2 C .
-          Mengatur waktu selama 15 menit, setelah itu menekan tombol stire.
-          Diamati yang terjadi, bila dalam waktu 15 menit tidak hancur, maka waktu ditambah lagi 15 menit.
-          Diangkat keranjang dan diamtai semua tablet à semua tablet harus hancur sempurna.
-          Pengujian dilakukan sebanyak 3x yaitu 18 tablet.




NO.
Waktu Hancur (detik)
1.
2.
3.
Tidak Hancur
Tidak Hancur
Tidak Hancur

Rata-rata         :
Persyaratan      : dalam 18 tablet, tidak boleh lebih dari 2 tablet yang tidak hancur.
Kesimpulan     : jadi pada praktikum uji waktu hancur tablet, diperoleh hasil bahwa tablet tidak bisa hancur dalam waktu 30 menit pada suhu 37,2 C , Sehingga waktu hancur tablet ini sangat jelek.
Pembahasan : Pada praktikkum uji waktu hancur tablet, didapatkan hasil bahwa waktu hancur tablet sangat jelek. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu antara lain, tekanan yang terlalu tinggi pada saat proses pencetakan tablet yang mengakibatkan penuruna porositas. Hal ini menyebabkan penurunan daya serap granul terhadap cairan melalui pori-pori tablet, sehingga memperpanjang waktu hancur.
4.    KEKERASAN TABLET
ALAT             : Hardness tester
PROSEDUR   : a. Disiapkan 10 tablet paracetamol
                          b. Diletakkan satu tablet kedalam hardness tester
                          c. Nyalakan hardness tester
                          d. Catat skala yang muncul
                          e. Lakukan percobaan tersebut pada seluruh tablet
                          f. Konversikan hasil (Newton) kesatuankp
                          g. Catat hasil dan hitung rata-rata

NO.
KEKERASAN (kg)
NO.
KEKERASAN (kg)

1.
2.
3.
4.
5.


38 N = 3,87 kp
82 N = 8,36 kp
57 N = 5,81 kp
30 N = 3,06 kp
56 N = 5,71 kp

6.
7.
8.
9.
10.

74 N = 7,55 kp
79 N  = 8,06 kp
66 N = 6,73 kp
70 N = 7, 14 kp
73 N = 7,44 kp

Rata-rata                     : 63,73 : 10 = 6,373
Persyaratan                  : 7-12 kp
Kesimpulan                 :Jadiujikekerasanpada tablet menunjukkanbahwa tablet memiliki sifat kekerasan yang buruk. Karena hasil menunjukkan kurangdari 7-12 kp.
Pembahasan                : pada praktikum uji kekerasan tablet yang menggunakan alat harrdness tester, dihasilkan sifat kekerasan tablet yang buruk. Hal ini terjadi karena pada formula tablet, bahan pengikat yang digunakan kurang, sehingga tablet pada uji kekerasan memiliki sifat kekerasan yang buruk. Tablet ini, jika dilihat dari bahan aktif (paracetamol) yang memiliki kompaktibilitas jelek membutuhkan lebih banyak pengikat dalam pembuatannya. Semakin banyak bahan pengikat yang ditambahkan maka akan semakin memperbaiki kompaktibiltas dari bahan aktif tersebut, sehingga akan menghasilkan tablet yang keras. Dan sebaliknya, jika semakin kecil jumlah bahan pengikat yang ditambahkan, maka tablet yang terbentuk akan memiliki sifat kekerasan yang semakin buruk

5.    KERAPUHAN TABLET
ALAT             : Friabilator
PROSEDUR   : a.Disiapkan 10 tablet, dibagi menjadi2  kelompok tablet.
  b. Masing-masing tablet dibersihkan dg hati-hati.
  c. 5 tablet dimasukkan friablliator bagian kanan, dan 5 tablet lainnya dimasukkan pada friabilatorbagian kiri.
  d. Jalankanalat dg kecepatan 25 rpm selama 4 menit.
  e. Keluarkan tablet darialatdanbersihkan.
  f. Timbanglagi tablet tersebut.
  g. Hitung prosentase kehilangan bobotnya.

NO.
Bobotawal (g)
Bobotakhir (g)
Kerapuhan (%)

1.


6,946 g

6,599 g

(6,946-6,599) : 6,946 x 100% = 4,99 %

Rata-rata                     : 4,99 %
Persyaratan                  :≤ 0,5% - 1 %
Kesimpulan                   :Jadi, pada uji kerapuhan
pada tablet, tablet dinyatakan memiliki kerapuhan yang tinggi. Karena hasil perhitungan prosentase kerapuhan melebihi 0,1 %.
pembahasan                  : pada praktikum uji kerapuhan menggunakan fliabilator ini, didapatkan hasil bahwa tablet paracetamol ini memiliki kerapuhan yang tinggi yaitu 4,99 %. Hal ini terjadi karena pada formula tabletnya terlalu banyak menggunakan bahan disentregan yaitu amprotab atau amylum manihot. Sedangkan untuk bahan pengisi juga menggunakan amylum oryzae. Amylum oryzae sendiri berfungsi sebagai bahan pengisi dan bahan disentregan, sehingga bila pada penambahan disentregan terlalu banyak dan menggunakan bahan pengisi amylum juga, aan berpengaruh terhadap uji kerapuhan tablet. Semakin banyak disentregan yang ditambahkan maka akan semakin membuat tablet tersebut mempunyai sifat kerapuhan yang tinggi. Kerapuhan dari tablet sangat berhubungan dengan kekerasan tablet, artinya pada pembuatan tablet, untuk formula bahan pengikat dan bahan penghancur harus sesuai juga. Semakin keras tablet yang dihasilkan maka semakin kecil sifat kerapuhan dari tablet tersebut.






6.    KESERAGAMAN KANDUNGAN
PERSYARATAN       :
ALAT                          :
PROSEDUR               :

7.    UJI DISOLUSI
PERSYARATAN       :
ALAT                          : dissolution tester
PROSEDUR               : - mengisi aquadest dalam dissolution tester
-          Mengisi aquadest dalam tabung sebanyak 900 ml.
-          Menyalakan dissolution tester
-          Mengatur suhu 37,5 C.
-          Setelah suhu mencapai 37,5 C, masukkan tablet yang akan diuji kedalam tabung yang berisi aquadest 900 ml.
-          Kemudian mengatur waktunya selama 30 menit dan menentukan kecepatan mengaduk sebanyak 50 rpm.
-          Menyalakan tombol run dan stirrer kemudian diamati.
-          Setiap 10 menit, ambil sampling sebanyak 5ml, dan mengganti sampling yang diambil tadi dengan aquadest sebanyak 5 ml kedalam tabung agar volumenya tetap 900 ml.
-          Diuji sampling yang diambil menggunakan spektrofotometer untuk mengetahui kadar dari tablet tersebut.


II.        PEMBAHASAN
1.      Uji kekerasan tablet sangat jelek, hal ini terjadi karena pada formula tablet, bahan pengikat yang digunakan sangat kurang jika dilihat dari kompaktibilitas bahan aktifnya yang jelek sehingga ketika bahan pengikat yang digunakan kurang, maka

III.       KESIMPULAN




                                                                     Kediri, ………………….
                                                                     BagianPengawasanMutu
                                                                                       
No.
NAMA
T.T.
1.

1.
2.

2.
3.

3.
4.

4.
5.

5.
6.

6.
7.

7.
8.

8.
9.

9.
10.

10.
11.

11.
12.

12.

No comments:

Post a Comment