Tuesday, June 23, 2015

komposisi minyak atsiri



KOMPOSISI KIMIA
Pada umumnya variasi komposisi minyak atsiri disebabkan oleh perbedaan jenis tanaman penghasil, kondisi iklim, tanah tempat tumbuh, umur panenan, metode ekstraksi yang di pergunakan dan cara penyimpanan minyak.
1.       Komposisi Kimia Minyak Atsiri Secara Umum
Minyak atsiri umumnya terdiri dari berbagai campuran persenyawaan kimia yang terbentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O) serta beberapa persenyawaan kimia yang mengandung unsur Nitrogen (N) dan belerang (S).
Pada umumnya komponen kimia dalam minyak atsiri dibagi menjadi 2 golongan yaitu :
1)      hidrokarbon, yang terdiri terutama dari persenyawaan terpene
2)      oxygenated hydrocarbonn
pada umumnya sebagian besar minyak atsiri terdiri dari campuran persenyawaan golongan hidrokarbon dan oxygenated hydrocarbon. Disamping itu minyak atsiri mengandung renin dan lilin dalam jumlah kecil yang merupakan komponen tidak dapat menguap.
a.       Golongan Hidrokarbon
Persenyawaan yang golongan hidrokarbon terbentuk dari unsur Hidrogen(H) dan Carbon (C). Jenis hidrokarbon yang terdapat dalam alam dan minyak atsiri sebagian besar terdiri dari monoterpen (2 unit iso propene), sesquiterpen (3 unit iso peopen), diterpen (4 unit iso propen) dan politerpen, serta parafin, olefin dan hidrokarbon aromatik.
Komponen kimia golonganhidrokarbon yang dominan menentukan bau dan sifat khas setiap jenis minyak sebagai contoh ialah, minyak terpenting yang mengandung monoterpene, disebut pinene dan minyak jeruk mengandung 90 persen limonene.
b.      Oxygenated hydrocarbon
Komponen kimia dari golongan persenyawaan ini terbentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O). Persenyawaan yang terbentuk dalam golongan ini adalah persenyawaan alkohol, aldehid, keton, oksida, ester dan ether. Ikatan atom karbon yang terdapat dalam molekulnya dapat terdiri dari ikatan jenuh dan ikatan tidak jenuh. Persenyawaan yang mengandung ikatan tidak jenuh umunya tersusun dari terpene. Komponen lainnya terdiri dari persenyawaan fenol, asam organik yang terikat dalam bentuk ester misalnya quinoses.
Komponen-komponen kimia dalam dua golongan persenyawaan ini berbau wangi khas yang berbeda-beda pada setiap jenis minyak yang berlainan.








Golongan persenyawaan kimia yang terdapatndalam minyak atsiri
Golongan
Persenyawaan kimia dalam minyak atsiri
1.       Hidrokarbon (O5H8)n
(terdiri dari unit isoprene)
Ocimene, myocene, cyonene, pinene, sylvestrene, limonene, camphene, phelandrene, fenchene, geraniolene, endesniol, caryophilene, dan santalene
2.       Oxygenated Hydrocarbon
A.      Alkohol (R-OH)
a.       Alkohol alifatis






b.      Alkohol siklis
B.      Aldehida (R-CHO)


Geraniol, nerol, sitronellol, terpineol, borneol, linaleol,menthol, santalol, isopulegol, penchil alkohol, sedrol, farnesol, fenil etil alkohol, benzil alkohol, sinnamil aklohol, metil alkohol.
Thimol, carvacrol, eugenol, vanillin sitral, sitronelal, benzaldehida, anisaldehida, sinnamaldehida.
C.      Keton (R-CO-R)
Camphor, vione, carvone, menthone, pulegone, fenchone, piperitone dan asetpfenon
D.      Ester (R-COOR)
Ester-ester dari asam asetat, butirat, siglat, salisilat, benzoat
E.       Ether (R-O-R)
Anethole,metil cavicole, safrole, eucalyptole, ascaridole.

Golongan persenyawaan oxygenated hydrocarbon merupakan persenyawaan yang menyebabkan bau wangi dalam minyak atsiri, sedangkan golongan hidrokarbon berpengaruh kecil terhadap nilai wangi minyak atsiri. Persenyawaan oxygenated hidrokarbon mempunyai nilai kelarutan yang tinggi dalam alkohol encer (kecuali beberapa senyawa golongan aldehida), serta lebih tahan dan stabil terhadap proses oksidasi dan resinifikasi. Sebaiknya golongan persenyawaan hidrokarbon lebih mudah mengalami proses oksidasi dan resinifikasi di bawah pengaruh cahaya dan udara atau pada kondisi penyimpanan  yang kurang baik, sehingga dapat merusak bau dan menurunkan nilai kelarutan minyak dalam alkohol.
Pada umumnya minyak atsiri mengandung beberapa persenyawaan kimia, kecuali beberapa jenis atsiri yang sebagian besar hanya terdiri dari satu atau dua macam senyawa kimia. Sebagai contoh, minyak “sassafras” mengandung kira-kira 80 persen senyawa safrole, minyak mawar (85 persen senyawa linaleol), sweet birch oil”( 75 persen senyawa metil salisilat) dan minyak “lemon grass” (75-80 persen senyawa sitral). Secara komersil, minyak yang hanya mengandung satu macam persenyawaan dipergunaan sebagai bahan dasar untuk membuat parfum semi sintesis atau zat sintesis lainnya. Sebagai contoh minyak “lemon grass” merupakan dasar untuk pembuatan ionone dan vitamin A.

No comments:

Post a Comment