Thursday, November 13, 2014

dasar - dasar farmakologi umum






FARMAKOLOGI DASAR













FAKULTAS FARMASI
INSTITUT ILMU KESEHATAN
BHAKTI WIYATA KEDIRI







DASAR-DASAR UMUM

FARMAKOLOGI adalah ilmu yang mempelajari tentang obat dengan seluruh aspeknya.

OBAT adalah bahan kimiawi, hewani maupun nabati yang dalam dosis layak dapat digunakan untuk menyembuhkan, mengurangi maupun mencegah penyakit.

FARMAKOGNOSI ---- obat hewani dan nabati
BIOFARMASI ---- mempelajari pengaruh formulasi terhadap efek terapi
FARMAKOKINETIKA ---- mempelajari perjalanan obat dalam tubuh ADME atau mempelajari semua tindakan tubuh terhadap obat
FARMAKODINAMIKA ---- mempelajari semua aspek yang dilakukan obat terhadap tubuh
TOKSIKOLOGI ---- mempelajari tentang efek racun dari suatu obat ( SOLA DOSIS FACIT VENENUM)
FARMAKOATERAPI ---- mempelajari tentang penggunaan obat untuk proses terapi

3 (tiga) golongan besar obat yang digunakan untuk terapi :
1. OBAT FARMAKODINAMIK
     --- mempengaruhi fisiologis dan biokimia tubuh.
     Misal : diuretik, hipnotik dan sedatif
2. OBAT KEMOTERAPI
     --- membunuh parasit dan kuman dalam tubuh tuan rumah.
     Misal : antibiotika, neoplasma
3. OBAT DIAGNOSTIK
     --- membantu melakukan diagnostik
     Misal : Barium Sulfar untuk lambung-usus

Penggolongan obat berdasar Undang-Undang :
1.    Daftar obat keras ( Daftar G )
Misal : antibiotik, sulfa, hormon, semua obat suntikdll )
2.    Daftar obat bebas terbatas (Daftar W )
Misal : papaverin, efedrin ????
3.    Daftar obat bebas

Narkotik dan psikotropik ?????
Obat Wajib Apotek ?????

Narkotik UU No. 22 th 1997
Golongan I --- 26 bahan antara lain 3 tanaman narkotik, opium mentah dan masak, kokain, THC, Heroin.
Golongan II --- 87 zat antara lain morfin, petidin, opium.
Golongan III --- 14 zat antara lain etilmorfin (dionin) dan metilmorfin (kodein)

Psikotropik UU No. 5 th 1997
Golongan I --- 26 zat antara lain lisergid (LSD), meskalin, psilosibina
Golongan II ---14 zat amfetamin, metamfetamin.
Golongan III --- 9 zat antara lain amobarbital, flunitrazepam, glutetimida, pentazosin, pentobarbital, siklobarbital
Golongan IV --- 60 zat antara lain allobarbital, alprazolam, barbital, bromazepam







ASPEK-ASPEK BIOFARMASI

















FARMACEUTICAL AVAILABILITY
Merupakan ukuran untuk bagian obat yang in vitro dibebaskan dari bentuk pemberiannya

BIOAVAILABILITY
Adalah prosentase obat yang diresorpsi tubuh dari suatu dosis yang diberikan untuk melakukan efek terapinya

THERAPEUTICAL ATAU BIOEQUIVALENCE
Adalah kesetaraan pola kerja ( kadar dan kecepatan absorbsinya ) dari dua obat yang berisi zat aktif  dan dosis yang sama ---- penting untuk obat yang rang terapinya sempit
Misal : digoksin --- bandingkan sampai uji disolusinya

BIOASSAY
Adalah penentuan dosis dari suatu obat dengan menggunakan organisme hidup ( terutama untuk obat yang tidak murni ---- satuan Internasional Unit atau UI ) ---- sampai ditemukan cara tepat secara fisika-kimia.

CARA PEMBERIAN OBAT

EFEK SISTEMIK
1.    Per oral
-        jalur utama
-        lewat hati ---- metabolisme
-        tidak untuk zat merangsang (emetin, aminophilin)
-        tidak untuk yang dirusak lambung ( insulin, oksitosin)
2.    Sublingual
-        tidak lewat hati
-        hanya untuk obat lipofil
-        absorbsi oleh lidah --- ke vena ( dalam waktu lama akan merusak mukosa mulut )
3.    Injeksi
-        cepat, kuat dan lengkap
-        tidak dirusal getah l;ambung
-        untuk pasien tidak sadar
Macam injeksi :
a.    Subkutan (hipodermal) --- dibawah kulit, misal insulin
b.   Intrakutan --- misal : injeksi tuberkulin
c.    Intramuskular (im)--- memberikan efek setelah 10-30 menit, otot pantat, untuk memperpanjang kerja obat digunakan pelarut minyak, misal : antibiotik dan hormon kelamin
d.   Intravena (iv) --- efek 18 menit , obat harus berupa larutan, injeksi perlahan 50 – 70 detik, hati-hati trombosis disatu tempat.
4.    Implantasi subkutan
Efek lama 3- 5 bulan, implanon ( 3 tahun )
5.    Rektal
Klisma maupun lavemen.
Juga untuk efek lokal, misal untuk laksan.
Untuk obat ttt dosis dinaikkan karena absorsi kurang baik, misal : kloramphenikol, tetrasiklin dan sulfonamida. (DM???)
       Lewat rektal tidak FPE (first pass effect) kecuali bila obat diabsorbsi di rektal atas ( vena rectalis superior kmd ke vena porta ---- hati )

EFEK LOKAL
1.    Intranasal
Dapat sistemik, misal : kortikosteroida
2.    intra-okuler dan intra-aurikuler
tetes mata atropin dapat sistemik
3.    Inrapulmonal ( inhalasi )
Inhalasi dapat terjadi resorpsi di mukosa mulut, tenggorokan dan saluran nafas
Aerosol dapat berupa padat.
4.    Intra vaginal
Infeksi di vagina dan dapat untuk kontrasepsi ( zat spermacid )
5.    Kulit (topikal)
-        Hati-hati untuk kulit yang luka karena akan terabsorbsi, tu kortikosteroida.
-        Zat-zat keratolitik ( asam salisilat dll), obat gosok dll
-        TTS(transdermal terapeutic system), misal skopolamin, nitrogliserin.

      PRINSIP-PRINSIP FARMAKOKINETIK

I. ABSORBSI

-                    Tempat : lambung dan usus ( maksimal absorbsi tergantung dari pH masing-masing obat , ionisasi obat --- tak terinisasi lebih lipofil dan pH tempat absorbsi )
-                    Sistem transpor :
Tanspor pasif :
a.    filtrasi ( molekul kecil, alkohol, urea)
b.   difusi (zat melarut dalam lapiran membran --- lipofil yang akan lebih mudah kecuali natrium dan Klorida)
c.    Transpor aktif ( dengan carrier untuk yang hidrofil, asam amino, glukosa dll )--- tidak tergantung oleh konsentrasi.

B. BIOTRANSFORMASI

     Proses metabolisme ada 2 tahap :
1.  reaksi perombakan ( oksidasi, reduksi dan hidrolisis)
2.  reaksi penggabungan atau konjugasi (asetilisasi, sulfatasi, glukoronidasi dan metilasi)

Jenis Metabolit yang dimetabolisme :
1.    aktif  ----- menjadi tidak aktif ( detoksifikasi atau bioinaktivasi )
2.    aktif ----- menjadi tetap aktif (klorppromazine, efedrin dan benzodiazepin)
3.    tidak aktif ----- menjadi aktif (kortison, prednison dan fenasetin

Faktor yang mempengaruhi Metabolisme :
1.    Fungsi hati
2.    Usia
3.    Faktor genetis, misal enzim asetilisasi untuk INH
4.    Penggunaan obat lain (inhibitor enzim dan induksi enzim)

C. DISTRIBUSI

-        Ikatan obat dan protein ( zat lipofil lebih mudah terikat albumin dan globulin sehingga menyebabkan efek depot  )
-        Obat yang terikat protein tidak aktif secara farmakologi
-        Kompetisi pengikatan ??
-        Kumulasi pada jaringan
-        Kumulasi pada jaringan lemak


D. EKSKRESI

-        utama urine ( ASI, usus, empedu, paru-paru dan kulit)
-        hidrofil lebih mudah maka metabolisme perlu penambahan gugus tertentu spt –OH
-        Mekanisme (filtrasi glomerolus dan transpor aktif)
-        Plasma half-life eliminasi (waktu paruh)

** 1. Plasma half-life eliminasi (waktu paruh)
2. AUC (area under curve)
3.   Dosis dan skema pentakaran ( minimum efektif dosis dan minimum toksik )
4.  Loading dose





















     PRINSIP-PRINSIP FARMAKODINAMIK

MEKANISME KERJA OBAT
1.    FISIKA
Misal :
-        anaestesi inhalasi --- zat lipofilnya melarut dalam membran shg oksigen dan zat terhalang
-  pencahar osmotik --- Mg sulfat menarik air shg usus penuh
2.    KIMIA
-        Antasida
-        Zat kelasi mengikat logam
3.    MELALUI PROSES METABOLISME
-        antibiotik --- mekanisme ??
-        diuretik --- cegah reabsorbsi
4.    SECARA KOMPETISI

Reseptor dan reseptor bloker ??
Misal : reseptor beta di jantung ---kontraksi
     beta bloker --- mencegah kontraksi
Enzim dan enzym bloker ??
Obat dengan mekanisme kerja memblok enzim antara lain :
1.    Mencegah pembentukan produk akhir
-        Allopurinol --- menghambat enzim xantinoksidase shg asam urat turun
-        Metildopa --- menghambat noradrenalin shg TD tidak naik
-        Antagonis folat
2.    Melindungi substrat
-        disulfiram --- merintangi aldehidoksidase
-        Asam klavulanat --- memblokir enzim beta laktamase
EFEK TERAPUTIK

Tiga prinsip pengobatan :
1.    Terapi Kausal
Misal : kemoterapi
2.    Terapi simtomatis
Misal : analgetik antipiretik
3.    terapi substitusi
Misal : terapi hormon (insulin, estrogen dll)

Faktor yang mempengaruhi efek terapi:
1.    Obat dan bentuk sediaannya
2.    variasi biologi
3.    kesetiaan terapi ( sifat individu, relasi dokter-pasien, jenis penyakit, jumlah dan frekuensi takarannya) --- atasi dengan preparat long acting untuk tablet dan modifikasi khusus unuk parenteral, misal : - pembawa minyak
-        menambah zat lipofil (estrogen-enantat)
-        menggunakan kristal kasar
-        menambah vasokonstriksi, misal : prokain

EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN
1.   Efek samping
2.   Idiosinkrasi
3.   alergi
4.   fotosensitasi

EFEK TOKSIK
1.   Teratogenik
Focomelia --- pada trimester I (kehamilan muda) dengan obat talidomide juga virus rubella hati-2.
Pada kehamilan tua --- kloroquin, tetrasiklin dan hormonandrogen dan progesteron.
2.   Karsinogenik
Menimbulkan kanker
3.   Mutagenik
Perubahan gen.

TOLERANSI, HABITUASI DAN ADIKSI

Toleransi ada 3 macam :
1.    Toleransi bawaan, misal kelinci terhadap atropin
2.    Toleransi skunder --- habituasi
3.    Toleransi silang
4.    Tachyfilaxis
Mekanisme toleransi :
1.    induksi enzim, misal : phenobarbital
2.    reseptor skunder, misal : morfin
3.    penghambatan resorbsi

Penghentian dengan obat pengganti untuk menghindaro Obstinensi.

DOSIS
Tergantung pada : usia, luas permukaan tubuh, jenis kelamin, beratnya penyakit, daya tangkis penderita, resistensi.

WAKTU MINUM OBAT
INDEKS TERAPI

KOMBINASI OBAT
Efek kombinasi :
1.    Antagonis ( barbital-striknin, nalorfin-morfin)
2.    Sinergis ( adisi/summasi dan potensiasi )




Hal yang perlu diperhatikan dalam kombinasi :
1.    Tujuan (mengurangi efek sampinga atau meningkatkan efek utama)
2.    Sediaan kombinasi paten sudah dg komposisi tetap
3.    Pertimbangkan t ½ nya

INTERAKSI
Lihat skema !!!!

No comments:

Post a Comment